Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2024

Merayakan Lebaran di Eskisehir untuk kali pertama. Full Berkah, nih!

Gambar
Eskisehir, 10 April 2024               Tahun ini merupakan kesekian kalinya saya merayakan hari raya di luar kampung halaman. Tepatnya sudah empat kali saya berlebaran (Idul Fitri) di tanah perantauan. Dua di antaranya, di Turki. Dan tahun ini, merupakan kali pertama saya merayakan lebaran di Eskisehir. Yang Alhamdulillah nya, jauh lebih berkesan dibandingkan ketika saya merayakan lebaran di tahun 2022, ketika saya masih tinggal di Kütahya dulu. Saya masih ingat, dulu saya habis Salat Ied, makan di rumah teman, habis itu pulang, tidur. Gak tau mau ngapain lagi. Di lebaran kali ini, di kota yang sudah jadi rumah utama saya di Turki ini, terdapat banyak keberkahan yang membuatnya lebih berkesan.               Berkah pertama tentulah berkah Salat Ied berjamaah bareng teman-teman seperantauan. Di lebaran tahun pertama saya di Kütahya dulu, saya hampir masbu...

Berburu Keberkahan Iftar Gratis di Tanah Utsmani, Turki

Gambar
Eski şehir, 31 Maret 2024               Turki merupakan sebuah negara dengan penduduk yang persentase pemeluk islamnya mencapai lebih dari 90%. Bahkan dahulu, Ziya Gokalp, seorang tokoh nasionalis Turki, menjadikan islam sebagai salah satu dari tiga pilar Turkisme. Islam bagi Turki bukan hanya dipandang sebagai agama, tapi sebagai kultur pemersatu pada zaman itu. Tetapi, keadaan mulai berubah ketika Turki meraih kemerdekaannya dari negara-negara sekutu setelah Perang Dunia I, dan kemudian beralih menjadi negara Republik. Kesultanan Ottoman yang waktu itu bagaikan ‘Singa yang Sakit’ kemudian dibubarkan pada tahun 1922, lalu disusul kemudian dengan dibubarkannya pula Kekhilafan dua tahun kemudian. Kebijakan di awal masa kemerdekaan, seperti menyudutkan umat muslim Turki kala itu. Sekularisme menjadi salah satu dari prinsip dasar Republik Turki. Segala nilai dan atribut agama dilarang untuk tampil di ruang publik. Saat in...