Berburu Keberkahan Iftar Gratis di Tanah Utsmani, Turki


Eskişehir, 31 Maret 2024

              Turki merupakan sebuah negara dengan penduduk yang persentase pemeluk islamnya mencapai lebih dari 90%. Bahkan dahulu, Ziya Gokalp, seorang tokoh nasionalis Turki, menjadikan islam sebagai salah satu dari tiga pilar Turkisme. Islam bagi Turki bukan hanya dipandang sebagai agama, tapi sebagai kultur pemersatu pada zaman itu. Tetapi, keadaan mulai berubah ketika Turki meraih kemerdekaannya dari negara-negara sekutu setelah Perang Dunia I, dan kemudian beralih menjadi negara Republik. Kesultanan Ottoman yang waktu itu bagaikan ‘Singa yang Sakit’ kemudian dibubarkan pada tahun 1922, lalu disusul kemudian dengan dibubarkannya pula Kekhilafan dua tahun kemudian. Kebijakan di awal masa kemerdekaan, seperti menyudutkan umat muslim Turki kala itu. Sekularisme menjadi salah satu dari prinsip dasar Republik Turki. Segala nilai dan atribut agama dilarang untuk tampil di ruang publik. Saat ini, meski sekularisme tetap menjadi dasar bagi Republik Turki, penerapannya tidak seketat dan sekeras dulu. Dan, walaupun kebijakan-kebijakan yang merugikan tersebut dilakukan, nyatanya nilai tradisi islam tetap bersinar dan tidak dapat hilang sepenuhnya dari tanah Turki. Walaupun, jejak-jejak sekularisme masih tersisa jelas, Turki masih menjadi negara yang aman dan nyaman untuk umat muslim, termasuk para pelajar yang belajar di sini.

              Penulis merupakan mahasiswa jurusan Hubungan Internasional di Eskişehir Osmangazi Üniversitesi yang saat ini tinggal di Kota Eskişehir, Turki. Saat ini merupakan tahun ketiga berpuasa di Turki, serta tahun kedua tinggal di Kota Eskişehir. Tahun ini, rasanya keberkahan Ramadhan semakin terasa dengan banyaknya berkah iftar gratis di sini. Seberapa seru ya, mengintip mahasiswa Indonesia mencari keberkahan iftar gratis di Turki?

              Turki memang terkenal dengan tradisi islam yang kental ketika bulan Ramadhan tiba, tak terkecuali, banyaknya ‘iftar sofrası atau iftar gratis yang terbuka untuk masyarakat umum. Di Eskişehir misalnya, setiap harinya ada iftar sofrası di depan Resadiye Camii, masjid yang terletak di pusat kota. Lalu, karena bertepatan dengan masa kampanye pilkada serentak Turki tahun 2024, banyak dari para calon Belediye Başkanı yang membuka iftar sofrası di berbagai tempat sepanjang bulan Ramadhan. İftar sofrası ini terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat, dari anak kecil sampai para lansia mengantri untuk buka puasa gratis di tenda-tenda yang telah mereka sediakan, setiap harinya.

Antrian masyarakat di salah satu iftar sofrası yang diadakan salah satu calon kepala daerah

              Di beberapa wilayah di Turki, terdapat dernek atau Yayasan yang menaungi kami, para pelajar Internasional. Di Eskişehir sendiri, ada Yunus Emre Uluslararası Öğrenci Derneği atau biasa disingkat dengan ‘YUDER’. Informasi iftar gratis terkadang datang lewat grup Whatsapp YUDER yang isinya adalah teman-teman International Students. Beberapa undangan datang dari salah satu warga lokal yang mengundang kami para pelajar internasional dengan kuota terbatas. Kami, mahasiswa Indonesia tak mau ketinggalan mengambil tempat. Dalam tradisi makan orang Turki, termasuk ketika iftar, makanan dihidangkan dalam tiga tahap: Makanan pembuka terdiri dari kurma, roti, dan çorba (sup); Disusul dengan makanan utama. Menu kami waktu itu nasi dengan karnıyarık, salah satu makanan khas Turki yaitu terong yang diisi dengan irisan daging dan bawang-bawangan diatasnya; lalu ditutup dengan manisan sebagai makanan penutup. Kami yang porsi makannya kalah jauh dibanding orang Turki, serasa tidak bisa bergerak lagi setelah menghabiskan semua makanan ini. Seusai makan dan salat, kami mengobrol dengan ditemani teh, membahas perbedaan kultur antara Turki dan Indonesia. Mengobrol dengan ditemani teh, seakan menjadi tradisi tak terpisahkan di Turki, utamanya dalam menjamu tamu.

Hidangan makan kami dalam salah satu undangan makan di rumah warga lokal

              YUDER sendiri setidaknya setahun sekali dalam Ramadhan, biasa mengadakan iftar akbar gratis bagi kami, para pelajar Internasional. Bukber Ramadhan kali ini pun berhasil mengumpulkan ratusan teman-teman pelajar Internasional dalam satu sofra. Karena menunya yang enak, saya dan teman-teman yang lain pun mengambil lagi satu porsi setelah yang pertama kami habiskan dengan bersih. Orang-orang yang mengurusi YUDER ataupun Yayasan serupa adalah mereka orang Turki yang saya kenal memiliki hati yang baik dan tulus, dan kebanyakan adalah muslim yang taat. Mereka banyak membantu kami para pelajar Internasional, dengan sifat yardımsever yang tanpa pamrih. Karena kemuliaan hati mereka inilah, kami sangat menghormati mereka.

Iftar Akbar YUDER di Eskişehir, 2024

              Selain iftar-iftar diatas, ada banyak lagi info iftar gratis yang terbuka untuk umum, baik dari Türkiye Diyanet Vakfı -TDV- (Lembaga Keagamaan Turki), IHH insani yardım vakfı (LSM yang bergerak dalam bidang sosial, yang anggotanya kebanyakan merupakan muslim konservatif Turki), maupun dari Gençlik ve Spor Bakanlığı lokal (Kementrian Kepemudaan dan Olahraga). Ramadhan di Turki dapat dibilang merupakan bulan yang ramah bagi kami para pelajar, dengan iftar gratisnya yang ada dimana-dimana setiap harinya. Berkah Ramadhan dapat, isi dompet pun selamat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jelajahi Keindahan Kota-kota Cantik di Eropa -Edisi 1- (Part Wina)

Erasmus: Kesempatan Besar bagi Para Pelajar Indonesia di Turki

Lake Bled, Pemanasan Sebelum ke Swiss?